Salam.
Topik kali ini membahas tentang mbak mbak blonde yang gayanya sangat eksentrik itu. Hampir seluruh stasiun TV, yang hoby debat ngga jelas itu, ngebahas si mbak mbak itu yang nampaknya akan tampil konser karena di cekal oleh ormas-ormas di Indonesia.
Menurut pandangan saya, kedua belah pihak antara sang pro konser Lady Gaga dengan kontra konser Lady Gaga, memiliki hak yang sama. jelaslah yaa…. pernyataan ini pasti sudah diutarakan sama para penduduk Indonesia yang memang sudah sangat jauh lebih terbuka terhadap segala pemberitaan dan pengetahuan baru yang muncul. Kali ini, saya akan netral bahasnya.
Kalau di pandang dari sudut pandang Kontra konser Lady Gaga :
Para Ormas-ormas dan lembaga-lembaga tertentu yang mengharamkan konser Lady Gaga- memiliki pedoman yang sangat nyata mengenai sosok Lady Gaga yang eksentrik itu. Bagi umat muslim yang beriman, saya tekankan disini kata-kata “yang beriman”, pasti akan sangat paham kenapa akhirnya banyak yang menyangkal dan tidak menyetujui konser Lady Gaga diadakan di Indonesia. Bagi kalian yang masih berkutat sama logika, jadi gini.. dalam Al-Qur’an di surat An-Nur ayat 31 itu ada perintah yang tidak ada kata-kata kiasan sama sekali. Perempuan dan laki-laki, harga mati harus menutup dan menjaga auratnya. Aturan Tuhan dari pesanNya di Qur’an itu, harga pas, ga bisa ditawar sedikit pun. Mau adu logika soal penutupan dan penjagaan aurat, sudah terbukti langsung di kehidupan nyata. Nah, si mbak Gaga ini, dia itu pakaiannya very abnormal untuk kita yang biasa-biasa. Bukan hanya itu, kalau Anda pernah lihat video klip nya di youtube.com, dia seolah-olah menggambarkan bahwa tubuh kita itu miliki siapa saja, para penari laki-laki mau pegang-pegang body mulus dia juga ga apa2, asal video klipnya keren dan membuat dia terkenal dan album laris. Jadi, ya tidak bisa dipungkiri hal itu, sangat mungkin didemo tuh.
Kalau di bagian pro konser, mereka membahas tentang Freedom. Menurut pandangan kontra, kata-kata freedom itu suatu bentuk yang mungkin saja, tidak seharusnya diartikan secara harfiah, bahwa bebas benar-benar bebas tanpa menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa dan agama. Lirik Lady Gaga yang memang menggambarkan kebebasan banget itu, memang baik untuk dijadikan sebuah kata-kata mutiara. Tapi, tidak lalu Anda-anda itu semua itu mengagumi dia seolah-olah dia lah nabi muu…. Yakinilah nabi menurut ajaran agamamu, pahami lah liriknya sesuai dengan anak-anak sastra membahas berbagai karya-karya seni tulis yang memang bermakna ganda, dan dengarkanlah lagu-lagunya sebagai teman kala tak ada lagu baru yang didengar saja. begitu lho, kalau saya coba memahami teriakan para orang-orang yang mengaku meningkatkan kebenaran dan kebajikan di muka bumi Indonesia ini.
Pandangan dari Pro Konser Lady Gaga :
teringat pernah didebat teman yang nge fans berat sama Lady Gaga di twitter. Lupa tweet pastinya kayak gimana, yang jelas dia coba menjelaskan bahwa Lady Gaga itu sangat ekspresif dan dia itu sangat kreatif. kayaknya (saya lupa) dia pernah bilang, kalau sangat jarang orang se keren Lady Gaga yang berani tampil jauh lebih menarik daripada orang lain. Saya pun di cap bahwa sebenernya saya peduli dengan mbak-yang-namanya-kayak-bumbu-masak Gaga, karena saya sudah sering (padahal baru dua kali) nge-tweet tentang Gaga. itupun karena saya penasaran abis sama video klipnya, dandanan sih lebih tepatnya.
Lalu terwarnai lagi pengetahuan saya, ketika berkali-kali dihadirkan orang-orang yang nge fans berat dengan Lady Gaga di acara TV. mereka bicara tentang Freedom. Memang kita itu sejatinya butuh kebebasan. di Indonesia bahkan sudah terlalu bebas yaa… mau cekal siapapun yang kita mau bisa, kita mau menjegal orang yang mencekal kita juga udah bisa banget. banyak banget lirik-lirik lagu Lady Gaga yang menurut saya, memang cukup menggugah pemikiran kita. Kayak lagu Born This Way, whoooo…. itu keren banget untuk membangkitkan diri kita menjadi orang yang percaya diri. Saya, walaupun ngga follow twitternya, tapi saya ga ketinggalan juga ngepoin timeline nya. I knew that she was born to be a superstar, with a super-words. It’s predictable. Secara pribadi, mungkin dia bisa njeglek kalau dipertimbangkan sama Justin Bieber, yang ngomongnya gak dijaga sama sekali sampe dapet kritik pedas dari pers di London. Saya secara pribadi suka kok dengan keunikan dan cara berpikirnya dia lewat lagu-lagunya. She makes me understand why people must creative and do the hard work. Those are for your own good and successful life.
Conclusion :
Apapun ituu… Menurut saya, kita saling menghargai saja lah. Kita semua punya hak untuk hidup, berpendapat, bertingkah laku, selama tidak melanggar etika, nilai, dan norma sosial yang sudah mendarah daging di kehidupan kita. Untuk yang pro, ya biarin aja lah itu yang kontra, kasih seneng dikit aja napa, mumpung didunia dia masih bisa hepi-hepi. Urusan itu adalah hal haram. Ngga usah lah diumumkan juga. Lagi pula, mereka para penggemar artis-artis terkenal itu sudah seharusnya cerdas dalam berpikir dan bertindak. Mereka yang heboh desak-desakan nonton Lady Gaga itu juga tau kali, kalo nontonin acara begituan ngga ada artinya kalo diitung pas di sidang diakhirat juga, ketimbang menyumbangkan uang 750ribu sampe 2juta rupiah untuk para orang-orang miskin di sekitarnya.
Ya inilah dunia. Ada orang yang capek kerja sampe sakit tiap malampun nggak dirasain hanya untuk biayain dia dan keluarganya hidup dan untuk anaknya sekolah tinggi, ada juga tetangganya yang berkecukupan, kerjaannya nontonin konser-konser artis luar negeri dan clubbing tanpa mikir uangnya bisa membantu tetangganya yang sekarat cari duit. Indonesia, bukan lagi cerminan neoliberalisme semata, tapi udah bener-bener kapitalis. yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah banyak.
Intinya…. untuk yang kontra, tetap lanjutkan perjuangan dalam mencekal. Bagi yang pro, tetap berjuang juga ya, biar lo ngga kena gebug pas konser Lady Gaga jadi tampil. hehe :D
-peace-





