Struggle Will Not Over
 
 
Indahnya Ukhuwah dan Bersahabat

Assalamualaikum wr. wb.

Teringat, pada suatu hari. Saat itu saya sedang diliputi rasa semangat untuk mengejar lagi peperangan yang pernah membuat saya kalah. SNMPTN itu tahun 2008. Saat saya kalah, namanya SPMB itu tahun 2007. Saya pernah kalah dan itu membuat saya sadar bahwa saya tidak punya persiapan dan peralatan perang yang lengkap. Hal ini membuat saya ingin maju lagi bertempur untuk membuktikan bahwa saya memang manusia pejuang. Saya akan terus berjuang mengejar mimpi terbaik saya hingga akhirnya saya dapatkan.

Saya masih berhubungan dg teman-teman semasa SMA, teman-teman dekat, dan saat itu saya kuliah. Saya menceritakan kepada mereka bahwa saya sedang mempersiapkan semua alat tempur. Sebagian besar dari mereka, langsung tertawa sambil geleng-geleng, atau yang paling parah mereka mendoakan saya. Mendoakan agar saya tidak diterima dan tetap kuliah bersama mereka.

“Kamu ngapain ikutan lagi sih, kamu udah kuliah aja disini. Sama kita-kita. Lagian kalau kamu ikutan lagi, kasian sama anak-anak yang baru lulus, banyak yang ngga dapet kesempatan gara-gara kamu. Wis lah, nggarai kesel nek sinau eneh ki.” kata salah satu teman laki-laki saya di kuliah.

Saya diam dan kembali mengerjakan soal-soal pelajaran SMA di dalam kelas saat kuliah berlangsung. Saya tidak peduli sekalipun ketahuan bahwa saya sedang mengerjakan pekerjaan lain.

Ada lagi yang berkata dan berteriak dengan keras secara bersama-sama, “Ya Allah, semoga Ayudha ngga diterima SPMB nya. Biar dia disini terus sama kita. AMIIIINNN!!!” Saya tersenyum dan cekikikan mendengar antusias mereka mendoakan saya dengan sungguh-sungguh.

SNMPTN

Nama saya Ayudha. Jelas, saya tidak akan mempan hanya dengan doa dan nasihat yang bertentangan dengan hati saya. Saya hanya yakin, bahwa apa yang ditunjukkan oleh Allah itu adalah kesempatan bagi saya. Kerja keras semakin keras saya lakukan. Doa terus menerus saya panjatkan tanpa lelah. Keyakinan saya semakin kuat, dukungan bukan datang dari teman-teman, tapi dari keluarga dan guru NF saya. Mereka terus-terusan memberikan berbagai kebaikan kepada saya selama saya merasa sendiri dan tak ada teman yang mendukung. Hingga akhirnya, beberapa pengumuman ujian masuk PTN memutuskan saya diterima.

beberapa teman saya mengucapkan selamat dan masih tetap ada yang mencibir dan merayu saya untuk tetap bersama mereka. Tapi semua pilihan saya. Semua adalah keputusan saya. Saya kemudian hijrah dan berkumpul bersama teman-teman dan keluarga saya di Jatinangor yang indah ini dengan tidak melupakan keluarga dan semua teman di tempat sebelumnya.

#Berbeda dengan adik saya…

Tahun ini adalah tahun keduanya berjuang untuk bisa menggapai cita-cita nya. Ia mengalami hal yang sama dengan saya. Persiapan luar biasa. Dari pagi hingga larut malam ia tidak berhenti belajar dan terus membahagiakan diri dengan bermain hanya bersama keluarga dirumah, sesekali teman-temannya main kerumah. Semangatnya untuk bisa mencapai impiannya mengalahkan keraguan dan kekhawatiran orang-orang disekitarnya. Ia terlalu bersemangat dan terlalu berharap tinggi untuk bisa meraih mimpinya…

Yang berbeda adalah saya senantiasa melihatnya bersama dengan teman-temannya dan mereka selalu mendukung adik saya. Dari berbagai jejaring sosial selalu ada yang memberinya semangat. Tidak hanya itu, bahkan kehadiran teman-temannya ke rumah adalah mood-buster bagi adik saya. Senang rupanya saya melihat ia bergaul dengan teman-temannya.

Disaat dulu teman-teman saya seringkali menghasut saya untuk menyerah, sedangkan ia selalu bersamaan dan saling mendoakan satu dengan lainnya. Ukhuwah itu terlihat sekali seperti cahaya yang tampak di malam hari saat mereka berkumpul tertawa-tawa dan sholat berjamaah. Saya iri dengan cahaya itu, tanpa tapi. Walau saya telah menemukannya sekarang.

Tidak cukup sampai disitu, begitu pengumuman SNMPTN itu diumumkan tadi malam, ia diam tak beraktivitas di dunia maya. Saya yang sibuk mencari informasi ini dan itu. Mencari tau lewat search engine dengan menggunakan namanya. Malah yang ditemukan, kata-kata seperti ini :

“Teman-teman (dimention semua teman-teman adik saya) ayo kita doakan (dimention adik saya)” di twitter. Dua orang teman lainnya menjawab “Amin”. Lalu tiga orang temannya sibuk bertanya, “gimana jaw?” “eh, lo diterima dimana” dsbnya.

Walau hasil awal tidak seperti yang diharapkan, tapi saya senang, ia masih bisa menerima doa dan dukungan dari banyak pihak. Adapun seorang temannya, kemudian mengirim SMS saya dengan kata-kata :

“Kak, saya lemes banget nih, ngga semangat ngapa-ngapain tau berita itu.” Oops. Saya tersenyum dan mendapati indahnya ukhuwah bila itu murni dari hati dan bermandikan doa.

                               Ukhuwah dan Persahabatan

SEMANGAT WAHAI KAU PEJUANG! TUNJUKKAN BAHWA KAMULAH ORANGNYA!!


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com